Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah
Pendahuluan
Penerapan Sistem Informasi pada sebuah Bisnis secara umum dan Usaha Kecil dan Menengah khususnya diyakini dapat meningkatkan daya saing dengan cara memberikan nilai tambah pada produk dan layanan yang dihasilkannya.
Peningkatan daya saing ini sangat diperlukan mengingat tantangan yang muncul akibat penerapan system perdagangan bebas menuntut setiap bisnis untuk bisa menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik dan lebih murah.
Sistem informasi secara definisi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.
Komponen-komponen dalam sebuah sistem informasi antara lain : teknologi informasi, proses dan prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, rekanan dll.
Untuk bisa membuat formulasi strategi implementasi sistem informasi terbaik pada usaha kecil dan menengah, kita perlu memahami berbagai hal yang menjadi bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri.
Dari penjelasan di atas jelas terlihat bahwa teknologi informasi hanya merupakan bagian dari sebuah sistem informasi. Komponen lainnya lebih banyak berhubungan dengan karakteristik dari sebuah organisasi bisnis.
Saya melihat ada dua faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan penerapan sistem informasi pada usaha kecil dan menengah.
- Faktor pertama adalah faktor teknologi informasi (faktor eksternal). Di dalamnya mencakup pemilihan teknologi yang tepat.
- Faktor kedua adalah faktor internal yang sangat terkait dengan sumber daya manusia dan organisasi
Faktor Pemilihan Teknologi Informasi Yang Tepat
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas-batas ruang dan waktu (Indrajit, 2003).
Dengan berpegang pada definisi ini, terlihat bahwa komputer hanya merupakan salah satu produk dalam domain teknologi informasi. Sistem Operasi, Modem, Router, Oracle, SAP, Printer, Multimedia, Cabling System, VSAT, dan lain sebagainya, merupakan contoh dari produk-produk teknologi informasi.
Memilih teknologi yang tepat itu adalah sebuah keharusan. Lantas teknologi seperti apa yang tepat untuk dipilih sebagai solusi? Hal ini tentu sangat bergantung kepada kebutuhan yang khusus dari sebuah organisasi.
Secara umum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut :
- Biaya yang Terjangkau
- Interoperability atau kemampuan untuk bisa berhubungan dengan platform yang berbeda
- Relatif Mudah digunakan
- Jaminan dukungan untuk berkembang mengikuti perkembangan bisnis
Beberapa pertanyaan yang juga baik untuk ditanyakan saat melakukan pemilihan teknologi yang tepat antara lain :
- Apakah memiliki kemampuan untuk di upgrade?
- Apakah bisa di kembangkan dan dikustomisasi tanpa bantuan vendor ?
- Apakah aplikasi nya cukup fleksibel?
Faktor Sumber Daya Manusia
Penguasaan teknologi informasi memiliki hubungan kausalitas dengan tingkat pemanfaatan internet dan e-commerce pada Usaha Kecil Menengah yang tersebar di Propinsi Jawa Barat (Yuan, 2004).
Kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi dan sistem informasi telah terbukti mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi di usaha kecil menengah.
Semakin tinggi kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi, semakin tinggi pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi pada usaha kecil menengah.
Kendati demikian, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa penerapan sistem dan teknologi informasi merupakan keharusan agar usaha kecil menengah bisa bersaing dan meningkatkan usahanya.
Levy dan Powell (2002) dalam Sembiring (2003) menyarankan bahwa Usaha Kecil dan Menengah harus mengikuti empat tahap dalam mengadopsi IT.
- Tahap pertama adalah efisiensi adopsi IT untuk pengendalian, terutama keuangan
- Tahap kedua adalah koordinasi untuk meningkatkan customer care melalui integrasi teknologi
- Tahap ketiga adalah kolaborasi, dan hal yang pertama dilakukan adalah memfokus pada hubungan yang berlangsung pada industry value chain, begitulah caranya KUKM berkomunikasi dan bertukar informasi dengan pelanggan dengan menggunakan sistem seperti email dan internet.
- Tahap keempat adalah inovasi yang merupakan sebuah keutuhan dan sangat penting pada dunia industri.
Outsourcing Sebagai Solusi Alternatif
Menurut wikipedia, outsourcing adalah sebuah proses dimana terjadi pengalihan pekerjaan kepada pihak ketiga.
Perusahaan melakukan outsourcing dengan beberapa tujuan sbb :
- Meningkatkan fokus bisnis
Usaha kecil menengah akan lebih berfokus pada core bisnis nya - Meningkatkan daya saing karena peningkatan skill IT vendor outsourcing.
Sementara outsourcing provider akan menghususkan diri dalam membangun beberapa skil unggulan dalam sistem dan teknologi informasi pada saat yang bersamaan usaha kecil menengah yang menggunakan jasa mereka akan mendapatkan keuntungan karena akan selalu terupdate dalam hal teknologi - Membagi resiko biaya operasional dan investasi.
JIka usaha kecil menengah melakukan semuanya sendiri, maka mereka juga harus mengatur resiko terhadap biaya operasional dan investasi, dengan mengalihkan sebagian proses, hal ini secara otomatis telah membagi resiko biaya operasional dan investasi
Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan dalam rangka mengalihkan sebagian proses dan pengadaan yang berkaitan dengan sistem dan teknologi informasi :
- Melakukan kontrak sewa terhadap perangkat teknologi informasi seperti PC, Server, Printer dll
- Jika memungkinkan menggunakan layanan sistem informasi yang bersifat “hosted”, atau dikelola oleh pihak ketiga. Walaupun pada saat ini penyedia jasa “hosted solution” ini masih terbatas pada layanan tertentu seperti web hosting, email hosting atau layanan pelanggan / crm.
Untuk menghindari kegagalan atau kekecewaan dalam proses outsourcing, sebuah perjanjian atau kontrak kerja yang baik perlu dibuat antara usaha kecil menengah dan vendor outsourcing.
Dokumen Service Level Agreement (SLA) perlu dibuat dengan cukup lengkap untuk menghindari adanya perselisihan dikemudian hari. Secara umum SLA ini berisi layanan apa saja yan diberikan penyedia jasa outsorcing yang dijanjikan.
Daftar Pustaka
Sembiring, A A. 2003. Thesis : Studi Validitas Dan Reliabilitas Survey Pemanfaatan Internet dan E-Commerce oleh UKM. Universitas Indonesia.
Yuan, N Y. 2004. Thesis : Analisis Tingkat Pemanfaatan Teknologi Informasi Yang Berkaitan Dengan Internet dan E-Commerce pada Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Universitas Budi Luhur.
Indrajit, R E. 2003. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi kumpulan artikel. STMIK PERBANAS RENAISANCE CENTER, Jakarta.
http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing
Yudistira, Yuan “Outsourcing In A Nutshell.” Outsourcing In A Nutshell EzineArticles.com. http://ezinearticles.com/?Outsourcing-In-A-Nutshell&id=1167849
Pendahuluan
Penerapan Sistem Informasi pada sebuah Bisnis secara umum dan Usaha Kecil dan Menengah khususnya diyakini dapat meningkatkan daya saing dengan cara memberikan nilai tambah pada produk dan layanan yang dihasilkannya.
Peningkatan daya saing ini sangat diperlukan mengingat tantangan yang muncul akibat penerapan system perdagangan bebas menuntut setiap bisnis untuk bisa menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik dan lebih murah.
Sistem informasi secara definisi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.
Komponen-komponen dalam sebuah sistem informasi antara lain : teknologi informasi, proses dan prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, rekanan dll.
Untuk bisa membuat formulasi strategi implementasi sistem informasi terbaik pada usaha kecil dan menengah, kita perlu memahami berbagai hal yang menjadi bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri.
Dari penjelasan di atas jelas terlihat bahwa teknologi informasi hanya merupakan bagian dari sebuah sistem informasi. Komponen lainnya lebih banyak berhubungan dengan karakteristik dari sebuah organisasi bisnis.
Penulis melihat ada dua faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan penerapan sistem informasi pada usaha kecil dan menengah.
1. Faktor pertama adalah faktor teknologi informasi (faktor eksternal). Di dalamnya mencakup pemilihan teknologi yang tepat.
2. Faktor kedua adalah faktor internal yang sangat terkait dengan sumber daya manusia dan organisasi
Faktor Pemilihan Teknologi Informasi Yang Tepat
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas-batas ruang dan waktu (Indrajit, 2003).
Dengan berpegang pada definisi ini, terlihat bahwa komputer hanya merupakan salah satu produk dalam domain teknologi informasi. Sistem Operasi, Modem, Router, Oracle, SAP, Printer, Multimedia, Cabling System, VSAT, dan lain sebagainya, merupakan contoh dari produk-produk teknologi informasi.
Memilih teknologi yang tepat itu adalah sebuah keharusan. Lantas teknologi seperti apa yang tepat untuk dipilih sebagai solusi? Hal ini tentu sangat bergantung kepada kebutuhan yang khusus dari sebuah organisasi.
Secara umum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut :
1. Biaya yang Terjangkau
2. Interoperability atau kemampuan untuk bisa berhubungan dengan platform yang berbeda
3. Relatif Mudah digunakan
4. Jaminan dukungan untuk berkembang mengikuti perkembangan bisnis
Beberapa pertanyaan yang juga baik untuk ditanyakan saat melakukan pemilihan teknologi yang tepat antara lain :
1. Apakah memiliki kemampuan untuk di upgrade?
2. Apakah bisa di kembangkan dan dikustomisasi tanpa bantuan vendor ?
3. Apakah aplikasi nya cukup fleksibel?
Faktor Sumber Daya Manusia, Organisasi
Penguasaan teknologi informasi memiliki hubungan kausalitas dengan tingkat pemanfaatan internet dan e-commerce pada Usaha Kecil Menengah yang tersebar di Propinsi Jawa Barat (Yuan, 2004).
Kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi dan sistem informasi telah terbukti mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi di usaha kecil menengah.
Semakin tinggi kemampuan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi, semakin tinggi pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi pada usaha kecil menengah.
Kendati demikian, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa penerapan sistem dan teknologi informasi merupakan keharusan agar usaha kecil menengah bisa bersaing dan meningkatkan usahanya.
Levy dan Powell (2002) dalam Sembiring (2003) menyarankan bahwa Usaha Kecil dan Menengah harus mengikuti empat tahap dalam mengadopsi IT.
1. Tahap pertama adalah efisiensi adopsi IT untuk pengendalian, terutama keuangan
2. Tahap kedua adalah koordinasi untuk meningkatkan customer care melalui integrasi teknologi
3. Tahap ketiga adalah kolaborasi, dan hal yang pertama dilakukan adalah memfokus pada hubungan yang berlangsung pada industry value chain, begitulah caranya KUKM berkomunikasi dan bertukar informasi dengan pelanggan dengan menggunakan sistem seperti email dan internet.
4. Tahap keempat adalah inovasi yang merupakan sebuah keutuhan dan sangat penting pada dunia industri.
Outsourcing Sebagai Solusi Alternatif
Menurut wikipedia, outsourcing adalah sebuah proses dimana terjadi pengalihan pekerjaan kepada pihak ketiga.
Perusahaan melakukan outsourcing dengan beberapa tujuan sbb :
1. Meningkatkan fokus bisnis
Usaha kecil menengah akan lebih berfokus pada core bisnis nya
2. Meningkatkan daya saing karena peningkatan skill IT vendor outsourcing.
Sementara outsourcing provider akan menghususkan diri dalam membangun beberapa skil unggulan dalam sistem dan teknologi informasi pada saat yang bersamaan usaha kecil menengah yang menggunakan jasa mereka akan mendapatkan keuntungan karena akan selalu terupdate dalam hal teknologi
3. Membagi resiko biaya operasional dan investasi.
JIka usaha kecil menengah melakukan semuanya sendiri, maka mereka juga harus mengatur resiko terhadap biaya operasional dan investasi, dengan mengalihkan sebagian proses, hal ini secara otomatis telah membagi resiko biaya operasional dan investasi
Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan dalam rangka mengalihkan sebagian proses dan pengadaan yang berkaitan dengan sistem dan teknologi informasi :
1. Melakukan kontrak sewa terhadap perangkat teknologi informasi seperti PC, Server, Printer dll
2. Jika memungkinkan menggunakan layanan sistem informasi yang bersifat “hosted”, atau dikelola oleh pihak ketiga. Walaupun pada saat ini penyedia jasa “hosted solution” ini masih terbatas pada layanan tertentu seperti web hosting, email hosting atau layanan pelanggan / crm.
Untuk menghindari kegagalan atau kekecewaan dalam proses outsourcing, sebuah perjanjian atau kontrak kerja yang baik perlu dibuat antara usaha kecil menengah dan vendor outsourcing.
Dokumen Service Level Agreement (SLA) perlu dibuat dengan cukup lengkap untuk menghindari adanya perselisihan dikemudian hari. Secara umum SLA ini berisi layanan apa saja yan diberikan penyedia jasa outsorcing yang dijanjikan.
Daftar Pustaka
Sembiring, A A. 2003. Thesis : Studi Validitas Dan Reliabilitas Survey Pemanfaatan Internet dan E-Commerce oleh UKM. Universitas Indonesia.
Yuan, N Y. 2004. Thesis : Analisis Tingkat Pemanfaatan Teknologi Informasi Yang Berkaitan Dengan Internet dan E-Commerce pada Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Universitas Budi Luhur.
Indrajit, R E. 2003. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi kumpulan artikel. STMIK PERBANAS RENAISANCE CENTER, Jakarta.
http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing
Yudistira, Yuan “Outsourcing In A Nutshell.” Outsourcing In A Nutshell EzineArticles.com. http://ezinearticles.com/?Outsourcing-In-A-Nutshell&id=1167849
62 Responses to Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah
Leave a Reply Cancel reply
Topics
- AJAX (2)
- Belajar Hipnotis (7)
- Download (3)
- hipnoterapi (1)
- Internet Marketing (18)
- Javascript (9)
- Lain lain (9)
- Latest News (3)
- linux (2)
- Mac (2)
- Mindset (5)
- Review (15)
- Script PHP (7)
- security (17)
- Tutorial (17)
- Android (6)
- iPhone-iPad (4)
- MySQL (1)
- untangle (4)
- Windows Server (1)
- Zimbra (2)
Komentar Terbaru
- Yuan Yudistira on 30 Menit Membuat Aplikasi Android Dengan PhoneGap
- Adhiel on 30 Menit Membuat Aplikasi Android Dengan PhoneGap
- Yuan Yudistira on HTML5 : yuk berkenalan dan belajar tentang HTML5?
- ibnu on HTML5 : yuk berkenalan dan belajar tentang HTML5?
- Yuan Yudistira on Klinik Hipnoterapi : Gratis Terapi di Klinik Hipnoterapi
- Harkediansai on Klinik Hipnoterapi : Gratis Terapi di Klinik Hipnoterapi
- Kreativitas Maya - Mind Map | Blog Konsultan Bisnis Internet on Tips Untuk Kita Sebagai Seorang Programmer
- Yuan Yudistira on Android SDK install Offline
- Harkediansa on Android SDK install Offline
- Hipnoterapi - Adi W Gunawan | Review Buku Hipnoterapi | Blog Konsultan Bisnis Internet on IBH – Indonesian Board Of Hypnotherapy






Memang betul terutama untuk UKM, diperlukan IT outsourcing karena dapat membantu UKM dalam mengembangkan usahanya tanpa harus langsung mengeluarkan dana yang terlalu besar untuk pembangunan IT
Ok terima kasih atas komentar Anda.
Salam
Yuan
Setuju…. untuk UKM ini cocok sekali, lebih baik UKM fokus ke core bisnisnya dan IT diserahkan ke supplier agar bisnisnya tidak jadi UKM lagi
Tulisan yang sangat menarik dan dapat segera diimplemantasikan bagi UKM
menarik sekali mengenai outsourcing sebagai alternatif solusi pada usaha kecil dan menengah. namun, pemilihan outsourcing ini harus diperhatikan mengenai konsekuensi-konsekuensi yang sering tidak terprediksi sebelumnya berupa biaya-biaya tersembunyi seperti biaya administrasi dan sumberdaya manusia.
terima kasih
terima kasih atas informasi yang disampaikan. semoga UKM kita bisa terus berkembang dan produknya dapat diterima di pasar global dengan adanya pemanfaatan jasa vendor teknologi informasi.
Wah banyak teman teman dari MM IPB nih yang comment…
awalnya outsourcing SI aalah untuk penghematan biaya. jadi, harus benar2 dibicarakan oleh semua level karyawan (tidak CEO saja), tentang pelaksanaannya.
Perusahaan harus mencari vendor yang mengerti SI seperti apa yng mereka inginkan untuk dibuat.
Outsourcing merupakan salah satu alternatif bagi perusahaan untuk pengembangan sistem informasi di dalam organisasi perusahaan. Namun seringkali terjadi kegagalan dan kekecewaan dari perusahaan terhadap outsourcing tersebut. Dan saya setuju dengan pernyataan penulis yang menyebutkan bahwa Untuk menghindari kegagalan atau kekecewaan dalam proses outsourcing, sebuah perjanjian atau kontrak kerja yang baik perlu dibuat antara usaha kecil menengah dan vendor outsourcing.
Dokumen Service Level Agreement (SLA) perlu dibuat dengan cukup lengkap untuk menghindari adanya perselisihan dikemudian hari. Secara umum SLA ini berisi layanan apa saja yan diberikan penyedia jasa outsorcing yang dijanjikan.
sangat informatif,selama ini selalu berpikir bahwa outsourcing IT sangat mahal biayanya dan hanya perusahaan besar yang mampu menerapkannya.
untuk membangun suatu sistem informasi bagi suatu perusahaan melalui outsourcing dikatakan salah satu cara untuk mengefisienkan biaya.. tapi bagaimana dengan usaha kecil dengan modal yang terbatas.. karena sepengetahuan saya membayar konsultan IT untuk membangun Sistem Informasi membutuhkan biaya yang cukup besar.. di lain pihak ketersediaan sarana penunjang SI juga harus ada.. dengan kondisi seperti itu apakah memungkinkan?
Bu Dwi,..
Masalah biaya ini memang relativ.
Artinya kita harus bisa membandingkan antara membangun kemudian melakukan maintenance sendiri dengan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada ahlinya, tentu ini akan lebih efisien.
Pola outsourcing dalam dunia IT ini sebenarnya beragam dan sebenarnya belum terlalu banyak dikenal dibandingkan penerapannya dalam bidang lainnya.
Yang saya tahu, di indonesia banyak sekali jasa IT service yang cukup terjangkau …
Kami sendiri dari ITStaff.asia misalnya memberikan jasa yang cukup terjangkau untuk beragam kebutuhan, mulai dari kebutuhan software untuk POS sekaligus dengan system accounting, pembuatan web hingga ke keamanan jaringan ………. (promo)
Tapi seperti dalam artikel, secara sederhana, proses outsourcing bisa dimulai dengan melakukan sewa perangkat seperti PC dll sehingga beban maintenance sekaligus dialihkan ke vendor.
Contoh lainnya dalam penggunaan “hosted services”, misalnya jika membutuhkan email, tidak perlu mengelola email server sendiri, hosting saja … dst
Salam
Yuan
Ikutan komentar untuk tugas SIM saya…………….
Usaha kecil menengah memang memerlukan teknologi informasi untuk pengembangannya. Untuk itu diperlukan teknologi yang efektif dan efisien. Outsourcing menjadi solusi yang tepat untuk peningkatan bisnis dan sharring iptek.
Cheers………..
ide yang cukup baik, penerapan outsourcing dalam menghasilkan sistem informasi bagi sektor UKm
Perusahaan apa pun saat ini harus mengembangkan diri dengan mengadopsi IT, termasuk usaha kecil dan menengah. Hal ini mengingat bahwa biayanya makin murah, makin user friendly alias mudah digunakan, dan semakin fleksibel.
Ketika perusahaan tidak mampu menyediakan sendiri IT-nya, maka pilihan outsourcing bisa menjadi alternatif. Pertimbangan yang harus dilakukan adalah bahwa IT tersebut harus dapat diupgrade, bisa dikembangkan dan dikustomisasi tanpa bantuan vendor, serta aplikasinya cukup fleksibel.
Namun, selain pertimbangan di atas harus dipertimbangkan bahwa pengamanan terhadap database harus terjamin.
yup, ini dia informasi yang saya cari,,
selama ini biasanya IT outsourcing lbh terfokus pada perusahaan besar, bgmn dgn UKM dan menengah. karena menurut saya, IT tidak saja hak dari yg bermodal dan bernama saja..
tq,
rai fertilini
sepertinya untuk tahap awal badan usaha dan menengah tersebut memerlukan bantuan pihak outsource. sebetulnya pihak outsource dapat memberi benefit yang besar. tetapi dampak yang dikhawatirkan adalah ketergantungan thd phk outsource
Untuk perusahaan skala kecil dan menengah sebaiknya memang melakukan outsourcing IT. Akan tetapi setelah perusahaan sudah berkembang menjadi besar,sebaiknya tidak tergantung 100% lagi kepada pihak luar namun memiliki bagian IT internal
@Lukman,
Pendapat Anda bisa ada benarnya, tapi kalau melihat alasan / tujuan orang melakukan outsourcing, yang salah satunya adalah untuk meningkatkan fokus bisnis,…
maka walau perusahaan sudah menjadi besar, melakukan proses outsourcing terhadap proses bisnis
yang tidak menjadi core… tetap menjadi pilihan yang bijaksana ….
Salam
Yuan
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
Terima kasih informasi Anda sangat berguna. Saya yakin beberapa pembaca blog ini juga memiliki pendapat yang sama.
Menarik , sejalan dengan perkembangan dunia IT diharapkan IT itu sendiri dapat menunjang aktifitas bisnis dari UKM, tentunya dengan skala yang kecil mengingat development pada IT memerlukan dana yang tidak sedikit
[...] Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html [...]
IT Outsourcing menjadi trend pada perusahaan dan trend ini terus meningkat tiap tahunnya,
ada yang harus diperhatikan pemilihan pihak ketiga karena pengembangan sistem kita serahkan dokumentasi
data harus terjamin keamanannya
tulisan yang cukup menarik, tapi yang perlu juga diperhatikan umumnya UKM memiliki modal yang kecil sedangkan outsourcing terkadang membutuhkan biaya yang cukup besar…jadi UKM harus benar-benar berhati-hati dalam merencanakan dan mengalokasikan dananya, jangan sampe modalnya terkuras gara-gara pengembangan sistem informasi.
biasanya suatu implementasi teknologi berpengaruh terhadap beberapa faktor, diantaranya infrastruktur, sDM, knowledge management dan faktor lain yang include di dalamnya. Btw artikel yang menarik
Prinsip dasarnya adalah Sistem Informasi ini harus mampu membantu semua kalangan baik organisasi kecil dan besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Terimakasih atas ulasannya.Salam
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
setuju dgn konsep IT oursource utk UKM, ini bs menciptakan efisiensi.
wah bagus banget bahasannya …mohon izin utuk digunakan sebagai bahan dalam paper penulisan tugas kuliah saya…
terima kasih
Ok thanks …
Tulisan yang sangat bermanfaat dan memberika wawasan bagi usaha kecil dan menengah. Jika diperkenankan, tulisan ini akan menjadi rujukan penulisan paper yang merupakan tugas di perkuliahan SIM di temapt dimana kami belajar.
Terima kasih.
Semua perusahaan saat ini perlu mengembangkan diri dengan mengadopsi IT tanpa kecuali UKM.
Ketika perusahaan tidak mampu menyediakan IT sendiri maka perusahaan dapat menerapkan IT Outsorcing untuk melakukan efisiensi baik biaya, waktu dan tenaga kerja.
[...] Prinsip dasarnya adalah Sistem Informasi ini harus mampu membantu semua kalangan baik organisasi kecil dan besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Terimakasih atas ulasannya.Salam. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
Setahu saya, penerapan sistem informasi untuk dunia UKM belum terlalu berkembang. Hal ini disebabkan antara lain karena proses bisnis yang dilakukan terkadang masih belum baku sehingga informasi yang ada dalam perusahaan belum terorganisir dengan baik. Dan tentu saja, membangun sumberdaya yang akan menjadi user pada penerapan sistem informasi ini bukan pekerjaan mudah.
Terima kasih atas artikelnya, sangat membantu saya untuk menjadi sumber bacaan untuk tugas saya.
outsourcing bidang IT memang sangat bermanfaat bagi semua pihak, tidak terkecuali untuk UKM. Akan tetapi agar tidak terjadi kekecewaan salah satu pihak, perlu adanya perjanjian atau kontrak kerja yang baik perlu dibuat antara usaha kecil menengah dan vendor outsourcing.
Informasi ini sangat menarik, dan sangat membantu saya untuk menjadi bahan referensi tugas saya. Tks
UKM juga bisa mengimplementasikannya
Sah-saja saja membangun system informasi dengan memakai tenaga pihak ke-3, akan tetapi sebelumnya perlu dicermati keuntungan dan kerugian yang mungkin ditimbulkan. Untuk jenis perusahaan menengah ke atas, mungkin lebih baik mengelola system informasi dengan sendirinya. Kenapa? Karena hal ini akan sangat berkaitan erat dengan kinerja dan kebutuhan perusahaan kedepannya. Dan perlu dicermati juga, jika nantinya dikelola sendiri maka akan melibatkan semua bagian terutama orang-orang yang khusus menangani system tersebut. Bahkan, ada juga perusahaan besar dengan modal besar tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut, sehingga mereka menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ke-3. Akan tetapi, yang menjadi hal penting adalah adanya kejelasan MOU antara perusahaan dengan pihak tersebut kedepannya. Jadi, bukan hanya nantinya hanya bisa bertahan sesaat saja. Untuk perusahaan kecil, hamper sebagian besar menyerahkannya kepada pihak ke-3.
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
[...] Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html [...]
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
Kedepannya bisa jadi open-source akan mengalami kenaikan signifikan dalam penggunaannya, dikarenakan software ber-license masih mahal. Hanya saja, hamper semua orang masih belum familiar dengan open-source ini. Sehingga sangat diperlukan adanya pendidikan secara kontinu dan bertahap sehingga orang tahu dan bisa menggunakan open-source nantinya.
terima kasih atas informasinya, apakah ada klasifikasi usaha apa (usaha dalam bidang apa) yang memakai insource, outsource, self-source, maupun kombinasi di antaranya?
[...] Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html [...]
[...] Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html [...]
[...] Strategi Implementasi Sistem Informasi Pada Usaha Kecil dan Menengah. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html This entry was posted in SIM. Bookmark the permalink. ← JAWABAN TAKE HOME EXAM SIM [...]
menurut saya, outsourcing untuk sistem IT belum menjadi kebutuhan untuk UMKM karena kompleksitas yang masih rendah. pilihan nya lebih kepada menggunakan sistem yang sudah ada dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan kebutuhan
after all, its a nice point of view
[...] http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
Hal ini perlu dipahami oleh UKM bahwa sistem informasi merupakan hal yang penting. Outsourcing merupakan salah satu cara untuk mem “boost” penerapan sistem organisasi di perusahan menjadi lebih cepat
UKM juga membutuhkan Sistem informasi untuk mendukung usahanya. untuk membantu perusahaan fokus pada core-business, maka pembuatan SI dapat didelegasikan pada outsourcing
[...] 18. http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usah... [...]
Benar bahwa semua organisasi kecil atau pun besar membutuhkan sistem informasi agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat berjalan lancar. Tapi perlu diperhatikan apakah SDM sebagai user dapat mengimplementasikannya. Walaupun sistem dapat dirancang dengan outsourcing.
ide yang bagus dimana penerapan outsourcing dalam menghasilkan sistem informasi dapat juga diterapakan pada sektor UKM
menurut saya saat ini masih sedikit sekali atau mungkin belum ada UMKM yang memanfaatkan jasa outsorcing untuk pengembangan IT-nya mengingat ruang lingkup bisnisnya yang masih kecil dan terbatas.